Cari Blog Ini

Memuat...

Follow by Email

Kamis, 25 Agustus 2011

Tenaga Endogen dan Eksogen



Tenaga Endogen dan Tenga Eksogen
1.     Bentuk muka bumi yg dihasilkan oleh tenaga endogen

       Tenaga Endogen adalah tenaga pengubah muka bumi yg berasal dari dalam bumi, yang bersifat membangun.
       Secara geologis, tenaga endogen meliputi tektonisme, vulkanisme, dan seisme (gempa)
a. Hasil dari proses tektonisme
Tektonisme adalah perubahan letak/kedudukan lapisan kulit bumi secara horizontal maupun vertikal.
1) Epirogenesa adalah gerakan lapisan kulit bumi secara horisontal maupun vertikal. Gerakan epirogenesa di bagi menjadi 2 :
a.epirogenesa positif yaitu gerak turunnya permukaan bumi sehingga laut seolah olah mengalami kenaikan
b.epirogenesa negatif yaitu gerak naiknya permukaan bumi sehingga laut seolah olah mengalami penurunan
2) Orogenesa adalah gerakan pada lapisan kulit bumi secara horisontal maupun vertikal akibat pengangkatan dan penurunan permukaan bumi yg terjadi sangat cepat dan di wilayah yg sempit.
Berdasarkan bentuknya, proses tektonisme di bedakan atas patahan dan lipatan
LIPATAN
1. Lipatan tegak
2. Lipatan miring
3. Lipatan menutup
4. Lipatan rebah
5. Sesar sungkup
PATAHAN
1. Tanah naik
2. Tanah turun
3. Sesar
4. Blok mountain
Bentuk muka bumi dari bentuk patahan dan lipatan di antaranya sebagai berikut :
1. Pegunungan
2. Dataran tinggi
3. Plato atau plateau
4. Depresi
5. Palung laut
6. Lubuk laut
7. Pegunungan lautt
8. Ambang laut
9. Shelf
b.Hasil proses vulkanisme
1. Ilustrasi magma : batholit, lakoit, sill, gang, apofisa, diatrema
2. Ekstrusi magma : ekstrusi sentral, ekstrusi linier, ekstrusi areal

1) Gunung
2) Fenomena alam pasca vulkanik :
a. mata air panas dan air mineral
b. sumber gas
c. mata air gesyer
c. hasil dari proses gempa
Berdasarkan faktor penyebab gempa bumi adalah :
1) Gempa tektonik
2) Gempa vulkanik
3) Gempa runtuhan
4) Gempa buatan
Gempa menurut letak terjadinya dapat di bedakan sebagai berikut:
1) Gempa episentrum
2) Gempa hiposentrum

Gempa berdasarkan hiposentrum dapat dibedakan sebagai berikut :
1) Gempa dangkal
2) Gempa intermediet/ menengah
3) Gempa dalam
Gempa berdasarkan episentrum dapat dibedakan sebagai berikut :
1) Gempa sentral
2) Gempa linier
a. Dampak positif tenaga endogen
1) Kawasan tangkapan air hujan
2) Sumber bahan tambang dan sumber daya mineral
3) Pusat tenaga listrik
4) Tempat habittat berbagai jenis flora dan fauna
5) Tempat pariwisata dan laboratorium alam
b. Dampak negatif tenaga endogen
1) Letusan gunung api
2) Gempa bumi dan bencana alam

2. Bentuk Muka Bumi yg di hasilkan oleh tenaga eksogen
     Tenaga eksogen ialah tenaga yang berasal dari luar bumi. Sifatnya merusak/merombak permukaan bumi yang sudah terbentuk oleh tenaga endogen. Tenaga eksogen juga mengakibatkan bentuk-bentuk muka bumi. Contoh seperti bukit atau tebing yang terbentuk hasil tenaga endogen terkikis oleh angin, sehingga dapat mengubah bentuk permukaan bumi.
       Di permukaan laut, bagian litosfer yang muncul akan mengalami penggerusan oleh tenaga eksogen yaitu dengan jalan pelapukan, pengikisan dan pengangkutan, serta sedimentasi. Misalnya di permukaan laut muncul bukit hasil aktivitas tektonisme atau vulkanisme. Mula-mula bukit dihancurkannya melalui tenaga pelapukan, kemudian puing-puing yang telah hancur diangkut oleh tenaga air, angin, gletser atau dengan hanya grafitasi bumi. Hasil pengangkutan itu kemudian diendapkan, ditimbun di bagian lain yang akhirnya membentuk timbunan atau hamparan bantuan hancur dari yang kasar sampai yang halus.
        Contoh lain dari tenaga eksogen adalah pengikisan pantai. Setiap saat air laut menerjang pantai yang akibatnya tanah dan batuannya terkikis dan terbawa oleh air. Tanah dan batuan yang dibawa air tersebut kemudian diendapkan dan menyebabkan pantai menjadi dangkal. Di daerah pegunungan bisa juga ditemukan sebuah bukit batu yang kian hari semakin kecil akibat tiupan angin.

Secara umum tenaga eksogen berasal dari 3 sumber, yaitu:
1. Atmosfer, yaitu perubahan suhu dan angin.
2. Air yaitu bisa berupa aliran air, siraman hujan, hempasan gelombang laut, gletser, dan sebagainya.
3. Organisme yaitu berupa jasad renik, tumbuh-tumbuhan, hewan, dan manusia.

         Pengerusakan bentuk muka bumi oleh tenaga eksogen berupa pelapukan,
pengikisan (erosi), dan pengendapan (sedimentasi).
1.Pelapukan
       Adalah penghancuran batuan dari bentuk gumpalan menjadi butiran yang lebih kecil bahkan menjadi hancur atau larut dalam air. Proses pelapukan dapat dikatakan sebagai proses penghancuran massa batuan, baik secara fisika (mekanik), kimia maupun secara biologis (organisme).
Menurut prosesnya, pelapukan dikelompokkan menjadi :
Ø  Pelapukan fisik (mekanik)
      Pelapukan fisik (mekanik) adalah proses pengkikisan dan penghancuran bongkahan batu jadi bongkahan yang lebih kecil,tetapi tidak mengubah unsur kimianya (disintegrasi). Proses ini disebabkan oleh sinar matahari, perubahan suhu tiba-tiba, dan pembekuan air pada celah batu.

Penyebab terjadinya pelapukan mekanik yaitu:

1. Adanya perbedaan temperatur yang tinggi.
Peristiwa ini terutama terjadi di daerah yang beriklim kontinental atau beriklim Gurun di daerah gurun temperatur pada siang hari dapat mencapai 50 Celcius. Pada siang hari bersuhu tinggi atau panas. Batuan menjadi mengembang, pada malam hari saat udara menjadi dingin, batuan mengerut. Apabila hal itu terjadi secara terus menerus dapat mengakibatkan batuan pecah atau retak-retak.

2. Adapun pembekuan air di dalam batuan
Jika air membeku maka volumenya akan mengembang. Pengembangan ini menimbulkan tekanan, karena tekanan ini batubatuan menjadi rusak atau pecah pecah. Pelapukan ini terjadi di daerah yang beriklim sedang dengan pembekuan hebat.

3. Berubahnya air garam menjadi kristal.
Jika air tanah mengandung garam, maka pada siang hari airnya menguapdan garam akan mengkristal. Kristal garam garam ini tajam sekali dan dapat merusak batuan pegunungan di sekitarnya, terutama batuan karang di daerah pantai.
Ø  Pelapukan organisme ( biologis)
          Peristiwa hancur dan lepasnya material batuan yang disebabkan oleh proses organisme baik tumbuhan, hewan maupun manusia.Binatang yang dapat melakukan pelapukan antara lain cacing tanah, serangga. Dibatu-batu karang daerah pantai sering terdapat lubang-lubang yang dibuat oleh binatang. Pengaruh yang disebabkan oleh tumbuh tumbuhan ini dapat bersifat mekanik atau kimiawi. Pengaruh sifat mekanik yaitu berkembangnya akar tumbuh-tumbuhan di dalam tanah yang dapat merusak tanah disekitarnya. Pengaruh zat kimiawi yaitu berupa zat asam yang dikeluarkan oleh akar-akar serat makanan menghisap garam makanan. Zat asam ini merusak batuan sehingga garam-garaman mudah diserap oleh akar. Manusia juga berperan dalam pelapukan melalui aktifitas penebangan pohon, pembangunan maupun penambangan.
Ø  Pelapukan kimiawi
       Pelapukan kimiawi, yaitu proses pelapukan massa batuan yang disertai perubahan struktur kimiawi batuan yang lapuk tersebut (dekomposisi).
      Pada pelapukan ini batu batuan mengalami perubahan kimiawi yang umumnya berupa pengelupasan. Pelapukan kimiawi tampak jelas terjadi pada pegunungan kapur (Karst). Pelapukan ini berlangsung dengan batuan air dan suhu yang tinggi. Air yang banyak mengandung CO2 (Zat asam arang) dapat dengan mudah melarutkan batu kapur (CACO2). Peristiwa ini merupakan pelarutan dan dapat menimbulkan gejala karst. Di Indonesia,  pelapukan yang banyak terjadi adalah pelapukan kimiawi. Hal ini karena di Indonasia banyak turun hujan. Air hujan inilah yang memudahkan terjadinya pelapukan kimiawi.

Gejala atau bentuk - bentuk alam yang terjadi di daerah karst diantaranya:

a. Dolina
          Dolina adalah lubang lubang yang berbanuk corong. Dolina dapat terjadi karena erosi (pelarutan) atau karena runtuhan. Dolina terdapat hampir di semua bagian pegunungan kapur di Jawa bagian selatan, yaitu di Pegunungan Seribu.

b. Gua dan sungai di dalam Tanah
          Di dalam tanah kapur mula-mula terdapat celah atau retakan. Retakan akan semakin besar dan membentuk gua-gua atau lubang-lubang, karena pengaruh larutan.Jika lubang-lubang itu berhubungan, akan terbentuklah sungai-sungai di dalam tanah.

c. Stalaktit  adalah kerucut kerucut kapur yang bergantungan pada atap gua. Terbentuk dari kapur yang tebal akibat udara masuk dalam gua. Stalakmit adalah kerucut-kerucut kapur yang berdiri pada dasar gua. Contohnnya stalaktit dan stalakmit di Gua tabunan dan gua Gong di Pacitan, jawa Timur serta Gua jatijajar di Kebumen, Jawa Tengah.
Faktor yang mempengaruhi pelapukan :
-         keadaan struktur batuan,
-         keadaan iklim,
-         keadaan topografi, dan
-         keadaan vegetasi
2. Erosi (pengikisan)
      Adalah peristiwa terlepasnya atau terbawanya runtuhan batuan oleh suatu tenaga di permukaan bumi, misalnya terbawa oleh air, angin, dan gletser.
1.Tenaga air
2.Tenaga angin
3. Tenaga gelombang
4. Tenaga gletser
5. Tenaga makhluk hidup
      Erosi dibedakan oleh jenis tenaga perombaknya yaitu : Erosi air, Erosi gelombang laut (abrasi / erosi marin ), Erosi angin (deflasi), Erosi gletser (glasial), Erosi Akibat gaya berat.
o    Erosi Air
      Erosi air adalah erosi yang di sebabkan oleh air atau air hujan. Jika tingkat curah hujan berlebihan, sehingga tanah tidak dapat menyerap air hujan, maka terjadilah genangan air yang mengalir kencang.Aliran air ini sering menyebabkan terjadinya erosi yang parah karena dapat mengikis lapisan permukaan tanah yang dilewatinya,  terutama pada tanah yang gundul.

Tahapan dalam Erosi Air

Proses pengkikisan oleh air yang mengalir terjadi dalam empat tingkatan yang berbeda sesuai dengan kerusakan tanah atau batuan yang terkena erosi, sebagai berikut.
§  Erosi percik, yaitu proses pengkikisan oleh percikan air hujan yang jatuh ke bumi.
§  Erosi lembar, yaitu proses pengkikisan lapisan tanah paling atas sehingga kesuburannya berkurang. Pengkikisan lembar ditandai oleh :
a.)warna air yang mengalir berwarna coklat
b.)warna air yang terkikis menjadi lebih pucat
        c.) kesuburan tanah berkurang
§  Erosi alur, adalah lanjutan dari erosi lembar. Ciri khas erosi alur adalah adanya alur-alur pada tanah sebagai tempat mengalirnya air.
§  Erosi parit, adalah terbentuknya parit-parit atau lembah akibat pengkikisan aliran air. Bila erosi parit terus berlanjut, maka luas lahan kritis dapat meluas, dan pada tingkat ini tanah sudah rusak.

Pengkikisan oleh air dapat mengakibatkan :
-Tebing sungai semakin dalam
-Lembah semakin curam
-Pembentukan gua
-Memperbesar badan sungai                                                                                                                
o    Erosi oleh air laut
        Erosi oleh air laut merupakan pengikisan di pantai oleh pukulan gelombang laut yang Terjadi secara terus - menerus terhadap dinding pantai. Bentang alam yang diakibatkan oleh erosi air laut, antara lain cliff (tebing terjal), notch (takik), gua di pantai, wave cut platform (punggung yang terpotong gelombang), tanjung, dan teluk. Cliff terbentuk karena gelombang melemahkan batuan di pantai. Pada awalnya gelombang meretakkan batuan di pantai. Akhirnya, retakan semakin membesar dan membentuk notch yang semakin dalam dan akan membentuk gua. Akibat diterjang gelobang secara terus menerus mengakibatkan atap gua runtuh dan membentuk cliff dan wave cut playform.Tanjung adalah daratan yang menjorok ke laut, sedang teluk adalah laut yang menjorok ke arah daratan. Pantai memiliki jenis batuan yang berselang seling antara batuan resisten dan tidak resisten. Pada batuan yang tidak resisten akan dengan mudah tererosi, sedangkan batuan yang resisten sulit untuk tererosi. Akibatnya, pada batuan yang tidak resisten akan terbentuk teluk yang menjorok ke daratan pada batuan yang resisten terbentuk tanjung yang menjorok ke laut.

Abrasi biasanya terjadi di pantai, membentuk :
-Dinding pantai yang curam
-Relung ( lekukan pada dinding tebing)
-Gua pantai
-Batu layar
-Cliff
-Notch
-Gua di pantai
o    Erosi oleh angin (korasi)
     Erosi oleh angin adalah pengikisan yang disebabkan oleh angin. Hembusan angin kencang yang terus menerus di daerah yang tandus dapat memindahkan partikel-partikel halus batuan di daerah tersebut sehingga membentuk suatu formasi, misalnya bukit-bukit pasir di gurun atau pantai.Pengikisan oleh angin ( erosi angin biasanya terjadi di gurun ) dapat mengakibatkan : batu jamur (batu cendawan)
o    Erosi oleh es/gletser
      Erosi oleh gletser merupakan pengikisan yang dilakukan oleh gletser (lapisan es) di daerah pegunungan. Pengikisan ini terjadi di daerah yang memiliki empat musim. Pada saat musim semi, terjadi erosi oleh gletser yang meluncur menuruni lembah. Akibatnya lereng menjadi lebih terjal. Contoh bentang alam yang terjadi akibat erosi gletser adalah pantai fyord, yaitu pantai dengan dinding yang berkelok kelok.
o    Erosi Akibat Gaya Berat
      Batuan atau sedimen yang bergerak terhadap kemiringannya merupakan proses erosi yang disebabkan oleh gaya berat .Erosi ini akan berlangsung sangat cepat sehingga daApabila kita perhatikan baik-baik proses erosi yang terjadi maka kita akan melihat keadaan berikut ini :
Hakekat dari Proses Erosi
1.) Erosi menyebabkan hilangnya material dari suatu tempat. Di lokasi asal material tersebut terjadi pengurangan material. Selain itu, apabila daerah tersebut tinggi, maka erosi menyebabkannya menjadi lebih rendah. Dari sudut pandang geomorlog, maka erosi merupakan bagian penting dari proses pendataran (pembentukan dataran) permukaan Bumi. Selain  itu, erosi juga bekerja mengukir permukaan Bumi. Hasilnya adalah alur-alur air atau lembah-lembah sungai di daerah perbukitan atau pegunungan. Jadi, tanpa erosi maka gunung-gunung akan tetap menjuilang tinggi dan tidak ada ukiran alur air dan lembah sungai yang indah itu.
2.) Erosi merupakan penghasil muatan sedimen untuk ditransportasikan dan kemudian diendapkan di tempat lain. Jadi, bila tidak diawali oleh proses erosi maka tidak akan ada muatan sedimen yang dapat ditransportasikan, dan selanjutnya tidak akan ada pengendapan yang akan terjadi. Dengan demikian dapatlah kita katakan bahwa proses erosi merupakan kunci dari proses transportasi sedimen dan proses pengendapan sedimen.
Kerugian karena Erosi
      Sebagaimana halnya proses alam lainnya, erosi dikatakan merugikan bila mengenai kepentingan manusia secara langsung dan segera dirasakan pengaruhnya.
Berikut ini beberapa kerugian karena erosi:
1.) Kehilangan tanah yang subur di daerah pertanian atau perkebunan yang mengalami erosi. Erosi permukaan tanah menyebabkan humus tanah yang subur di suatu kawasan hilang terbawa ke tempat lain. Pembuatan lahan persawahan berteras di daerah berlereng merupakan salah satu upaya mengurangi kerugian karena erosi ini.
2.Kehilangan lahan secara fisik dan berbagai objek di atasnya. Contoh dari kondisi ini adalah erosi yang terjadi di sepanjang tepi aliran sungai atau tepi pantai. Erosi menyebabkan kehilangan lahan. Bila di atas lahan itu ada rumah, jalan atau berbagai objek lainnya, maka semuanya akan turut hilang bersamaan dengan hilangnya lahan karena erosi itu.
Keuntungan karena Erosi
      Di atas telah disebutkan bahwa erosi merupakan kunci bagi proses transportasi sedimen dan proses sedimentasi. Keuntungan dari proses erosi ini dengan demikian harus kita lihat dari sudut pandang yang lebih luas dan menyeluruh. Kita harus melihat bahwa erosi menguntungkan karena tanpa erosi maka sedimentasi tidak akan terjadi. Tanpa erosi, maka tak kan ada sedimentasi, maka tidak akan ada lahan persawahan dataran rendah yang subur. Tanpa erosi di darat, maka tak kan ada sedimentasi di pantai atau laut dalam, maka tidak akan ada delta-delta atau endapan laut yang darinya kita mendapatkan minyak dan gas bumi.
Dari sudut pandang sumber daya mineral (diingatkan oleh Sani JR tanggal 12 Sep 2009), erosi berarti dua hal:
1.) Erosi menyebar rahasia keberadaan mineral yang berada di dalam bumi sehingga dapat diketahui melalui penyebaran material hasil erosi melalui alur-alur sungai. Para ahli geokimia mencari endapan mineral salah satu caranya adalah  dengan cara melacak melalui endapan di aliran sungai.
2.)Erosi dapat menyebabkan endapan mineral yang terdapat jauh di dalam bumi tersingkap ke permukaan bumi sehingga dapat ditemukan dan dimanfaatkan oleh manusia.
3.Pengendapan (sedimentasi)
        Adalah peristiwa pengendapan material batuan yang telah diangkut oleh air,angin, dan gletser.
Jenis sedimentasi :
-         sedimentasi fluvial, yaitu proses pengendapan material yang diangkut oleh air sepanjang aliran sungai
-         sedimentasi eolis, yaitu proses pengendapan material yang di bawa oleh angin
-         sedimentasi marine, yaitu apabila material hasil abrasi diangkut dan diendapkan sepanjang pantai.
Bentuk-bentuk Alam yang Terjadi karena Sedimentasi
a.   Sedimentasi Fluvial :
o    Meander
     Meander merupakan sungai yang berkelok - kelok yang terbentuk karena adanya pengendapan. Proses berkelok-keloknya sungai dimulai dari sungai bagian hulu.Pada bagian hulu, volume air kecil dan tenaga yang terbentuk juga kecil. Akibatnya sungai mulai menghindari penghalang dan mencari rute yang paling mudah dilewati. Sementara pada bagian hulu belum terjadi pengendapan. Pada bagian tengah, yang wilayahnya mulai datar aliran air mulai lambat dan membentuk meander. Proses meander terjadi pada tepi sungai, baik bagian dalam maupun tepi luar. Di bagian sungai yang aliranya cepat akan terjadi pengikisan sedangkan bagian tepi sungai yang lamban alirannya akan terjadi pengendapan. Apabila hal itu berlangsung secara terus-menerus akan membentuk meander.

     Meander biasanya terbentuk pada sungai bagian hilir, dimana pengikisandan Pengendapan terjadi secara berturut turut. Proses pengendapan yangterjadi secara terus menerus akan menyebabkan kelokan sungai terpotong dan terpisah dari aliran sungai, Sehingga terbentuk oxbow lake.
o    Delta
    Pada saat aliran air mendekati muara, seperti danau atau laut maka kecepatan alirannya menjadi lambat. Akibatnya, terjadi pengendapan sedimen oleh air sungai. Pasir akan diendapkan sedangkan tanah liat dan lumpur akan tetap terangkut oleh aliran air. Setelah sekian lama , akan terbentuk lapisan – lapisan sedimen. Akhirnya lapian lapisan sedimen membentuk dataran yang luas pada bagian sungai yang mendekati muaranya dan membentuk delta. Pembentukan delta memenuhi beberapa syarat. Pertama, sedimen yang dibawa oleh sungai harus banyak ketika akan masuk laut atau danau. Kedua, arus panjang disepanjang pantai tidak terlalu kuat. Ketiga , pantai harus dangkal. Contoh bentang alam ini adalah delta Sungai Musi, Kapuas, dan Kali Brantas.
o    Dataran banjir dan tanggul alam
        Apabila terjadi hujan lebat, volume air meningkat secara cepat. Akibatnya terjadi banjir dan meluapnya air hingga ke tepi sungai. Pada saat air surut,bahan-bahan yang terbawa oleh air sungai akan terendapkan di tepi sungai. Akibatnya, terbentuk suatu dataran di tepi sungai. Timbulnya material yang tidak halus (kasar) terdapat pada tepi sungai. Akibatnya tepi sungai lebih tinggi dibandingkan dataran banjir yang terbentuk. Bentang alam itu disebut tanggul alam.

b.   Sedimentasi Aeolis :
      Sedimen hasil pengendapan oleh angin disebut sedimen aeolis. Bentang alam hasil pengendapan oleh angin dapat berupa gumuk pasir (sand dune). Gumuk pantai dapat terjadi di daerah pantai maupun gurun. Gumuk pasir terjadi bila terjadi akumulasi pasir yang cukup banyak dan tiupan angin yang kuat. Angin mengangkut dan mengedapkan Pasir di sua tu tempat secara bertahap sehingga terbentuk timbunan pasir yang disebut gumuk pasir.
c.    Sedimentasi Marine

Slip dan Tombolo

     Batuan hasil pengendapan oleh air laut disebut sedimen marine.Pengendapan oleh air laut dikarenakan adanya gelombang. Bentang alam hasil pengendapan oleh air laut, antara lain pesisir, spit, tombolo, dan penghalang pantai.Pesisir merupakan wilayah pengendapan di sepanjang pantai. Biasanya terdiri dari material pasir. Ukuran dan komposisi material di pantai sangat bervariasi tergantung pada perubahan kondisi cuaca, arah angin, dan arus laut. Arus pantai mengangkut material yang ada di sepanjang pantai. Jika terjadi perubahan arah, maka arus pantai akan tetap mengangkut material-material ke laut yang dalam. Ketika material masuk ke laut yang dalam, terjadi pengendapan material. Setelah sekian lama, terdapat akumulasi material yang ada di atas permukaan laut. Akumulasi material itu Disebut spit. Jika arus pantai terus berlanjut, spit akan semakin panjang. Kadang kadang spit terbentuk melewati teluk dan membentuk penghalang pantai (barrier beach).

      Apabila di sekitar spit terdapat pulam, biasanya spit akhirnya tersambung dengan daratan, sehingga membentuk tombolo.

d.   Sedimentasi Glacial

    Sedimen hasil pengendapan oleh gletser disebut sedimen glacial. Bentang alam hasil Pengendapan oleh gletser adalah bentuk lembah yang semula berbentuk V menjadi U. Pada saat musim semi tiba, terjadi pengikisan oleh gletser yang meluncur menuruni lembah. Batuan atau tanah hasil pengikisan juga menuruni lereng dan mengendap di lemah. Akibatnya, lembah yang semula berbentuk V menjadi berbentuk U
Sebagai akibat tenaga endogen dan eksogen akan mempengaruhi bentuk muka bumi baik di darat maupaun di laut yang di kenal dengan sebutan relief.
Bentuk muka bumi di darat / relief daratan:
-         Gunung, yaitu daerah yang lebih tinggi dari daerah sekitarnya, dan ditandai dengan adanya puncak, lereng, dan kaki gunung
-         Lembah, yaitu daerah ledokan / lebih rendah dari tempat sekitarnya
-         Pegunungan, yaitu rangkaian dari beberapa gunung, bentuknya memanjang
-         Bukit, daerah yang tingginya antara 500 – 1000 m di atas permukaan laut
-         Dataran rendah, daerah yang datar yang berada pada ketinggian kurang dari 200 m di permukaan laut
-         Dataran tinggi/plato, daerah datar yang berada pada ketinggian lebih dari 200 m di atas permukaan laut
-         Ngarai/canyon, lembah yang curam, dalam dan dasarnya mengalir sungai
Bentuk relief dasar laut:
-         Palung laut, yaitu ledokan atau celah yang sangat dalam, berada di dasar laut
-         Ambang laut, dasar laut yang mencuat memisahkan satu perairan dengan perairan yang lain
-         Gunung laut, gunung yang muncul dari dasar laut
-         Basin (lubuk laut atau ledok laut), dasar laut yang bentuknya cekung seperti huruf U
-         Laut dangkal, laut yang kedalamannya tidak lebih dari 200 m
-         Laut dalam, laut yang kedalamannya lebih dari 200 m
C. Pengangkutan material
1.) Jenis pergerakan pelan :
a. rayapan tanah
b. rayapan talus
c. rayapan batuan
d. rayapan batuan glyser
e. solifluksi
2.) jenis pergerakan cepat :
a. aliran tanah
b. aliran lumpur
c. gugur puing
3.) longsor lahan
a. luncur
b. longsor puing
c. jatuh puing
d. longsor batu
e. jatuh batu

4.) Amblesan

Dampak positif maupun negative tenaga eksogen bagi kehidupan :
a. dampak positif
1) memunculkan habitat
2) memperluas daratan
3) memunculkan barang barang tambang ke permukaan bumi
b. dampak negatif
1) Angin kencang dan badai
2) Hujan sangat deras
3) Panas matahari yg berlebihan
4) Erosi tanah
5) Abrasi
6) Kesuburan tanah bisa berkurang (dampak dari erosi).
7) Hasil-hasil erosi yang diendapkan (sedimentasi) di muara sungai mengakibatkan pendangkalan dasar sungai.
8) Abrasi dapat menghilangkan garis pantai hilang dihantam ombak.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar